<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858</id><updated>2011-04-21T20:44:33.028-07:00</updated><title type='text'>Belajar Tentang Komputer dan Internet</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajar-internet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858.post-108548524754409765</id><published>2004-05-25T04:22:00.000-07:00</published><updated>2004-05-30T18:58:11.106-07:00</updated><title type='text'>Bahaya program anti virus</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms" color="metalic" size="4"&gt;Sejak pertama ditemukan virus telah mengalami perkembangan teknologi yang cukup besar, demikian juga program Antivirus yang ada. Sayangnya perkembangan Antivirus biasanya hanya mengejar perkembangan virus dan bukan berusaha mendahuluinya. Antivirus yang ketinggalan (teknologinya) justru dapat mengundang bahaya bagi pemakai. Ketika virus-virus berhasil dideteksi keberadaannya, virus-virus yang baru selalu bermunculan dengan teknologi yang lebih canggih yang membuat antivirus menjadi tak berdaya . Antivirus yang lama misalnya, selalu dapat di-'tipu' dengan teknologi stealth, dengan demikian ketika antivirus ini berusaha mendeteksi file-file yang lain, virus yang stealth tadi justru menyebarkan dirinya ke setiap file yang diperiksa. Di berbagai majalah tentunya Anda sering melihat adanya program-program antivirus " satuan " (spesifik) yang tujuannya untuk mendeteksi satu jenis virus. Biasanya para pembuat antivirus tidak memberitahukan cara-cara yang benar untuk menggunakan program antivirus ini, padahal antivirus spesifik memiliki risiko yang besar jika tidak digunakan secara benar. Antivirus spesifik hanya mampu mendeteksi satu jenis virus (dan mungkin beberapa variannya) dan biasanya mampu melumpuhkan virus di memori. Jika Anda menemukan suatu virus dan Anda yakin nama virusnya Anda bisa menggunakan Antivirus semacam ini, namun jika Anda tidak tahu, sebaiknya jangan coba-coba. Jika ternyata virus yang aktif adalah virus lain, yang tentunya tidak terdeteksi oleh antivirus ini, maka antivirus tersebut justru dapat menyebarkan virus yang ada ke seluruh file program yang diperiksanya. Bahaya yang lebih menakutkan adalah jika antivirus salah mendeteksi suatu virus dan salah membersihkannya sehingga file program yang Anda coba untuk perbaiki justru menjadi rusak. Kejadian ini pernah terjadi misalnya pada kasus virus DenHard, virus ini benar-benar mirip dengan die hard, namun virus ini menggunakan teknik yang berbeda untuk mengembalikan header file yang asli, beberapa antivirus yang berusaha membersihkannya justru merusakkan file program tempat virus itu berada. Selain terjadi pada kasus virus DenHard, kasus inipun pernah (dan mungkin masih akan terus) terjadi pada beberapa virus. Salah satu alasan para pembuat virus membuat virus yang mirip adalah supaya virus tersebut sulit dibersihkan, karena para pembuat antivirus tidak suka jika virusnya dapat dengan mudah dibersihkan oleh user.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="yellow"&gt;Program Antivirus bisa berbahaya karena sebab-sebab berikut:&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;font face="comic sans ms"&gt;Beberapa program antivirus hanya menggunakan teknik sederhana yang bisa dengan mudah di-  tipu oleh pembuat virus Misalnya program antivirus hanya memeriksa beberapa byte di awal virus, pembuat virus bisa saja membuat virus versi lain yang sama di bagian awal tetapi berbeda di bagian-bagian yang penting, misalnya di rutin enkripsi/dekripsi header file asli. Ini akan membuat program antivirus menjadi perusak file bukan penyelamat file. Beberapa antivirus juga dapat di tipu dengan mengubah-ubah file signature antivirus. File signature merupakan file yang berisi ID dari setiap virus yang dikenal oleh antivirus, jika ID tersebut di ubah maka antivirus tidak akan mengenalnya. Antivirus yang baik seharusnya dapat memeriksa jika file signature-nya berubah. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Program Antivirus tidak membuat backup file yang dibersihkan. Sering program antivirus (terutama yang spesifik) tidak menyediakan sarana untuk membuat backup file yang dibersihkan, padahal ini sangat penting andaikata proses pembersihan gagal. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Program Antivirus tidak melakukan self check. Self check itu perlu, program antivirus dapat saja diubah oleh orang lain sebelum sampai ke tangan pengguna. Program- program antivirus komersial biasanya melakukan self check untuk memastikan dirinya tidak diubah oleh siapapun, namun ada juga yang tidak dan ini berbahaya. Pada program-program antivirus lokal, yang sering disertakan pada beberapa artikel komputer, biasanya menyertakan source code-nya, sebaiknya Anda mengcompile sendiri source tersebut jika Anda ragu pada keaslian file exe-nya. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Program Antivirus residen bisa di matikan dengan mudah Antivirus residen yang baik seharusnya tidak bisa dideteksi dan di uninstall dengan mudah. Contoh antivirus residen yang kurang baik adalah VSAFE (ada di paket DOS). VSAFE bisa dideteksi dan dimatikan dengan menggunakan interrupt (coba Anda pelajari/debug program vsafe yang ada di DOS agar Anda mengerti). Pemakai akan mendapatkan rasa aman yang palsu dengan menggunakan antivirus semacam ini. Tidak ada rasa aman justru lebih baik dari rasa aman yang palsu. &lt;br /&gt;Program antivirus tidak memberi peringatan kadaluarsa. Seiring dengan berjalannya waktu, virus-virus yang bermunculan semakin banyak dan tekniknya semakin canggih. Program antivirus yang baik sebaiknya memberi peringatan jika Antivirus yang digunakan sudah terlalu out of date. Ini penting supaya kejadian antivirus yang menyebarkan virus tidak terulang.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="yellow"&gt;&lt;b&gt;INILAH YANG PERLU ANDA LAKUKAN SEBAGAI PENGGUNA&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="metalic"&gt;Sebagai pengguna program antivirus ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko penggunaan antivirus :&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Carilah antivirus yang baik, baik di sini artinya program tersebut dapat dipercaya untuk mendeteksi dan membasmi berbagai virus yang ada. Jangan terbuai dengan janji-janji yang ditawarkan para vendor antivirus, dan jangan terbuai juga dengan nama merk yang cukup terkenal. Cobalah cari perbandingan antara berbagai antivirus di berbagai majalah / situs di internet. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Gunakan selalu Antivirus terbaru, Anda bisa mendapatkannya dari Internet atau dari beberapa majalah. Antivirus yang lama memiliki risiko yang besar jika digunakan (lebih dari 6 bulan sudah sangat berbahaya). &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Buatlah cadangan untuk data dan program Anda yang penting. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Lakukan proses pembersihan virus dengan benar jika Anda menemukan virus &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Pastikan program Antivirus yang Anda dapat adalah yang asli, ada kemungkinan seseorang telah mengubah antivirus tersebut, atau mungkin menularinya dengan suatu virus. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Hubungi ahlinya jika Anda merasa tidak dapat mengatasi virus di komputer atau jaringan Anda. Langkah proses pembersihan yang baik adalah sebagai berikut &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika Anda menjalankan komputer pribadi Boot komputer Anda dengan disket startup yang bersih dari virus (dan di write protect) &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jalankan program virus scanner/cleaner pada sebuah file yang terinfeksi &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Coba jalankan file tersebut, jika file tersebut menjadi rusak, jangan teruskan lagi &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika program dapat berjalan lancar, cobakan sekali lagi pada beberapa file (cari yang ukurannya kecil, yang sedang dan yang besar). File yang ukurannya besar perlu di-check, biasanya file ini mengandung internal overlay yang membuat filenya rusak jika terkena virus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="metalic"&gt;Jika Anda adalah Admin jaringan, sebaiknya Anda mengambil sampel virus ke disket dan mencoba untuk membersihkannya di komputer lain, ini dilakukan untuk tidak mengganggu pekerjaan yang mungkin sedang dilakukan oleh orang lain. Hal ini juga untuk mengantisipasi, kemungkinan adanya virus baru yang mirip dengan virus lain (bayangkan apa jadinya jika terjadi salah pembersihan sehingga seluruh program di jaringan menjadi tidak bisa dipakai!). Jika gagal dibersihkan Anda perlu memanggil ahlinya untuk menangani, atau mencari informasi lebih lanjut di Internet. Percobaan pada beberapa file tujuannya untuk mencegah salah deteksi dan atau salah perbaikan oleh program antivirus. Jika virus dianggap berbahaya dan aktivitas menggunakan jaringan bisa ditunda sementara, mungkin untuk sementara jaringan dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="yellow"&gt;SEBAGAI PROGRAMMER INI YANG PERLU ANDA LAKUKAN&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini untuk menjadi programmer antivirus yang baik tidaklah mudah, Anda perlu tahu teknik-teknik pemrograman virus yang setiap hari semakin bertambah sulit. Program antivirus yang Anda buat sebaiknya juga mengikuti perkembangan teknologi virus. Untuk membuat program antivirus yang baik tidaklah mudah, namun ada beberapa hal yang perlu Anda ingat sebagai pembuat Antivirus jika Anda ingin program Anda dipakai orang lain, dan tidak membahayakan orang tersebut&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Program Anda sebaiknya bisa mematikan virus di memori, dan dapat memberi peringatan jika ada sesuatu yang aneh di memori komputer pemakai (misalnya besar base mem kurang dari 640 Kb) &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Dalam membuat ID virus pilihlah beberapa lokasi, lokasi yang baik adalah di awal virus dan di bagian penting virus (misalnya di bagian dekripsi header program asli) ini untuk memastikan tidak ada yang mengubah lokasi dan sistem enkripsi (jika ada) header program asli. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika data/header di enkrip, verifikasikan data yang didapat dari perhitungan, misalnya lihat apakah CS dan IP asli yang di dapat dari perhitungan masih dalam batas besar file, atau apakah instruksi JMP pertama di file COM masuk akal (kurang dari panjang file). &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Buat cadangan file jika file yang dibersihkan dikhawatirkan rusak &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Lakukan self check di awal program. Jika tidak seluruh bagian program bisa di self check, bagian ID virus perlu diperiksa apakah berubah atau tidak (misalnya dengan checksum). &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Buatlah penjelasan yang jelas tentang cara penggunaan antivirus &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika program hanya dapat dijalankan di DOS periksalah selalu ketika program dijalankan apakah program tersebut benar-benar berjalan di DOS &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika ingin membuat program antivirus residen, jangan memakai ID virus yang tidak terenkripsi di memori, antivirus lain yang tidak mengenal antivirus Anda tersebut, justru akan menganggap adanya sebuah (atau beberapa buah) virus aktif di memori. Hal ini bisa terjadi, karena beberapa antivirus memeriksa seluruh memori terhadap adanya ID virus. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Untuk antivirus yang non residen teknik no 8 juga perlu digunakan, ini perlu agar program antivirus yang lain tidak mengira program ini terkena virus. Kadang-kadang program juga meninggalkan bekas di memori, yang mungkin bisa dicurigai oleh antivirus lain sebagai virus. Jika Anda tidak ingin menerapkan teknik tersebut, Anda bisa menghapus memori variabel ID virus setelah selesai digunakan. &lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;&lt;b&gt;*&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Jika mungkin, untuk virus yang polimorfik gunakan metode heuristic (dan atau emulasi) untuk men-scan dan teknik emulasi untuk mendekrip, atau mengembalikan program asli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="metalic"&gt;Seharusnya 10 hal tersebut cukup, Anda bisa menambahkan sendiri hal tersebut jika perlu. Misalnya masalah kecepatan scanning dan lain-lain.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="yellow"&gt;SIMPULAN DAN PENUTUP&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="metalic"&gt;Kiranya setelah membaca artikel di atas, para pemakai dan programmer antivirus dapat mendapatkan pengetahuan yang baru mengenai antivirus komputer. Sebagai pemakai antivirus, Anda harus lebih hati-hati, dan dengan rajin mengupdate antivirus Anda. Hal ini sangat perlu dilakukan, terutama bagi Anda yang terhubung ke Internet, sudah banyak virus yang menyebarkan dirinya lewat e-mail, dan dengan memanfaatkan beberapa bug dari perangkat email client Anda beberapa virus dapat menyebar tanpa Anda sadari (saat artikel ini dibuat, ada laporan dari sumber yang terpercaya bahwa ada bug di outlook yang memungkinkan attachment di eksekusi tanpa diketahui user). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para programmer antivirus, kiranya Anda tergerak untuk mempelajari lagi lebih banyak mengenai teknik-teknik virus, dan teknik-teknik untuk membasminya. Saat ini penulis virus di Indonesia belum terlalu banyak, tapi nanti ketika muncul berbagai virus dengan teknologi tinggi buatan bangsa sendiri, tentunya kita harus bisa membasminya (dengan baik dan benar tentunya), tidakkah kita akan malu, jika harus menggantungkan diri pada antivirus buatan luar negeri?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini bukanlah artikel yang lengkap mengenai pembuatan program antivirus yang baik, juga bukan tutorial yang lengkap mengenai penggunaan antivirus dengan baik dan benar, melainkan hanya sebuah artikel singkat agar para pemakai dan programmer lebih mewaspadai virus dengan lebih memperhatikan aspek antivirusnya.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7072858-108548524754409765?l=belajar-internet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-internet.blogspot.com/feeds/108548524754409765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7072858&amp;postID=108548524754409765' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548524754409765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548524754409765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/2004/05/bahaya-program-anti-virus.html' title='Bahaya program anti virus'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858.post-108548398441519114</id><published>2004-05-25T04:16:00.000-07:00</published><updated>2004-05-25T04:19:44.416-07:00</updated><title type='text'>Mencari titik keterlambatan koneksi</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms"&gt;Pernah dengar tentang Ping? Jika Anda ingin tahu keberadaan suatu situs, coba buka MS-DOS Prompt (dari menu Start*Programs) dan ketikkan "Ping" diikuti alamat situs Web yang ingin Anda ketahui. Masalahnya, ketika Ping menghasilkan pesan "request timed out" artinya bisa bermacam-macam. Kemungkinan besar artinya adalah bahwa permintaan Anda memang direspon terlalu lama oleh server yang Anda tuju. Sebaliknya pesan time-out juga bisa berarti bahwa situs tujuan mengabaikan Anda. Jika Anda mencoba mem-Ping www.stafaband.blogspot.com anda akan menemukan hal yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan apapun (mungkin karena ribuan pembaca mulai mem-Ping suatu server populer), sejumlah Webmaster situs populer memutuskan untuk menonaktifkan software yang membalas permintaan Ping. Hal ini terjadi, misalnya, pada situs AOL dan banyak situs besar lain. Jadi jangan kaget jika alamat tertentu tidak pernah merespon permintaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping juga bisa membingungkan. Sebuah server Web yang dipenuhi oleh pengunjung mungkin tidak merespon permintaan Ping. Walaupun ada masalah di atas, Ping sebenarnya berguna untuk mengetahui apakah koneksi Anda terputus atau tidak. Dan untuk banyak situs lain, Ping juga merupakan cara yang bagus untuk memeriksa apakah sebuah situs tersedia atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cobalah Trace Route&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Ping memberikan jawaban bahwa koneksi Internet Anda tetap oke tetapi sangat lambat, Anda harus tahu dimana masalahnya berada. Mungkin ada banyak pengunjung di situs yang dituju, di ISP Anda, atau di tempat lain. Atau masalahnya mungkin di rumah Anda. Untuk mengetahui titik masalahnya, gunakan perintah Tracert. Sama seperti Ping, perintah ini -- singkatan dari trace route -- merupakan bagian dari Windows 95, 98, NT, dan 2000. Sesuai namanya, tracert mengikuti jalur data antara komputer Anda dan alamat-alamat lain yang Anda hubungi. Untuk menelusuri rute antara komputer Anda dan situs Web Microsoft, misalnya, bukalah MS-DOS Prompt, lalu ketikkan tracert microsoft.com dan tekan Enter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil teks Tracert menampilkan seberapa cepat data berjalan antara lokasi Anda dan setiap router di jaringan di sepanjang jalan. Seperti halnya dengan Ping, waktu ditampilkan dalam milidetik, dan angka yang lebih besar berarti kinerja yang lebih lambat. Tracert menguji setiap segmen jaringan (ini disebut sebagai hop) tiga kali dan mengeposkan ketiga angkanya. Sebuah bintang pada tempat angka menunjukkan adanya time out. Jika Tracert melaporkan waktu dalam satu atau dua digit dari lima atau enam hop pertama lalu tiba-tiba menemukan segmen dengan tiga digit, berarti Anda sudah menemukan titik kelambatannya -- atau setidaknya bagian dari itu. Berita buruknya: Internet memang lambat. Berita baiknya: Kemungkinan masalahnya bukan di sistem Anda atau ISP Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika waktu Ping yang lambat secara konsisten terjadi pada hop kedua atau ketiga, berarti kemungkinan masalahnya ada di ISP Anda -- layanan backbone yang dihubunginya, jalur kecepatan tinggi yang digunakannya untuk berkoneksi ke backbone, atau jaringan internal ISP tersebut atau server-server-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika masalahnya muncul pada hop pertama, kemungkinan masalahnya ada di jaringan perusahaan Anda atau di jaringan milik Telkom. Periksalah setting modem dan jaringan Anda, juga kabel telepon fisik di dalam dan di luar rumah atau kantor Anda. Putuskan koneksi ke seluruh saluran telepon lain dan perangkat telepon yang Anda gunakan, termasuk mesin penerima dan fax, untuk menentukan "siapa" yang bertanggung jawab terhadap masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah terbiasa dengan Ping dan Tracert, Anda mungkin memerlukan perangkat tambahan yang lebih bagus. Anda bisa mencoba NeoTrace, sebuah utiliti trace route grafis yang menampilkan peta dunia dan rute yang dilalui paket data menuju server tujuan. Downloadlah versi ujicobanya di www.neotrace.com (jika Anda ingin membelinya, harganya US$ 30). Software lain yang bisa Anda coba adalah PingPlotter, yang menggabungkan Ping dan trace route dalam interface grafis. Program ini (seharga US$ 15) tersedia di www.nessoft.com/Pingplotter.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7072858-108548398441519114?l=belajar-internet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-internet.blogspot.com/feeds/108548398441519114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7072858&amp;postID=108548398441519114' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548398441519114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548398441519114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/2004/05/mencari-titik-keterlambatan-koneksi.html' title='Mencari titik keterlambatan koneksi'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858.post-108548103203921659</id><published>2004-05-25T03:25:00.001-07:00</published><updated>2004-05-25T03:56:19.050-07:00</updated><title type='text'>Tips mengakses halaman web secara cepat</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms" color="metalic"&gt;Sudah bukan rahasia lagi bahwa akses internet di Indonesia termasuk lamban. Apalagi jika kita berlangganan ISP yang kurang baik, maka aksesnya bisa lebih lamban lagi. Namun terlepas dari masalah ini, sebagai netter kita dapat melakukan berbagai kiat agar akses internet kita jadi lebih cepat. Berikut adalah beberapa tip yang semoga dapat berguna bagi anda:&lt;/font&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;font face="comic sans ms"&gt;&lt;b&gt;1. Perhatikan jam akses.&lt;/b&gt; Biasanya kecepatan akses komputer pada jam-jam tertentu akan berbeda dengan jam yang lain. Siang hari, kira-kira pukul 09.00 s/d 15.00, jalur komunikasi telepon sangat sibuk, karena banyaknya masyarakat dan perusahaan yang mengakses internet, dan menggunakan telepon pada jam-jam tersebut. Hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan akses di mana dalam satu jalur yang sempit, dimasuki oleh banyak data (bottleneck). Akan lebih baik jika keperluannya tidak terlalu mendesak, sebaiknya mengakses internet pada malam hari atau bahkan dini hari, sewaktu banyak orang sedang beristirahat malam. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Disable auto load image.&lt;/b&gt; Untuk anda yang hanya ingin membaca berita atau sekedar menulis dan mengirim email, akan lebih bijaksana jika fasilitas Auto Load Image - atau Auto Load Multimedia untuk IE 4 - dinonaktifkan. Hal ini penting sebab bukan rahasia lagi bahwa yang paling domiman mempengaruhi lambatnya akses internet adalah banyaknya grafik (gambar) dalam suatu homepage. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Perhatikan indikator.&lt;/b&gt; Terkadang suatu website akan tampak lama sekali untuk diakses. Anda dapat melihatnya suatu saat bahwa grafik indikator atau angka kecepatan loading dokumen tidak bertambah-tambah. Ada dua sebab yang membuatnya demikian. Pertama, mungkin saja jalur komunikasi telah penuh sehingga menyebabkan antri data, atau data yang telah dikirim dan akan diterima "hilang" di tengah jalan. Solusinya, akan lebih baik jika anda menekan tombol "reload" (atau "refresh") agar data dimuat kembali. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. a beberapa jendela browser.&lt;/b&gt; Pada saat kita menunggu suatu website selesai dimuat seluruhnya, akan lebih bijaksana jika kita membuka jendela browser yang baru dan mengakses alamat website yang baru pula. Membuka satu per satu alamat website pada satu jendela browser adalah tidak bijaksana dan tidak efisien. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. up jendela yang tidak perlu.&lt;/b&gt; Ini adalah kebalikan dari point di atas. Ada kalanya, kita terlalu bersemangat sehingga jendela browser yang kita buka sangat banyak, sehingga alamat web yang kita akses pun tak kalah banyaknya. Tentu saja hal ini sangat mempengaruhi kecepatan akses internet, karena banyaknya data yang harus dikirim dan diterima. Untuk itu, tutuplah jendela browser yang tidak perlu.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7072858-108548103203921659?l=belajar-internet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-internet.blogspot.com/feeds/108548103203921659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7072858&amp;postID=108548103203921659' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548103203921659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108548103203921659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/2004/05/tips-mengakses-halaman-web-secara.html' title='Tips mengakses halaman web secara cepat'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858.post-108537900627961703</id><published>2004-05-23T22:42:00.000-07:00</published><updated>2004-05-23T23:10:06.280-07:00</updated><title type='text'>Membuat menu berbahasa indonesia</title><content type='html'>&lt;font face="arial" color="metalic"&gt;&lt;center&gt;Meng-Indonesia-kan perintah-perintah pada komputer kadang tidak cocok, tapi namanya mencoba meng-Indonesia-kan menu-menu pada Ms. Word atau Ms. Excel apa salahnya. Bagaimana caranya ? Anda harus membuka terlebih dahulu aplikasi Word atau Excel.&lt;/center&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="comic sans ms"&gt;1.  Pilih menu &lt;b&gt;Tools | Customize&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tampil dialog Customize dan biarkan dialog tetap terbuka dan yang anda lakukan     sekarang adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Klik kanan mouse pada menu yang akan diubah tulisannya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Muncul menu Pop up &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Pada bagian &lt;b&gt;Name&lt;/b&gt; gantilah dengan teks anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Setelah diketik tekan &lt;b&gt;Enter.&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;font face="arial" color="metalic"&gt;Atau anda menambah menu tersendiri, caranya seperti diatas.&lt;/font&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="comic sans ms"&gt;* Setelah muncul kotak dialog Customize. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Klik tab &lt;b&gt;Command&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pilih bagian Categories klik &lt;b&gt;New Menu&lt;/b&gt; (New Menu ada bagian paling bawah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Drag and drop New Menu tersebut ketempat yang anda tentukan sendiri pada menu bar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Anda dapat menempatkan sub-menu lainnya dengan cara drag and drop. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kemudian tutup dialog Customize.&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7072858-108537900627961703?l=belajar-internet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108537900627961703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108537900627961703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/2004/05/membuat-menu-berbahasa-indonesia.html' title='Membuat menu berbahasa indonesia'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7072858.post-108536883060048960</id><published>2004-05-23T19:25:00.000-07:00</published><updated>2004-05-23T22:29:54.573-07:00</updated><title type='text'>Bermain Registry Windows</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms" size="4" color="white"&gt;&lt;b&gt;Apa Registry&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;font face="arial"&gt;Windows merupakan sistem operasi untuk PC yang paling populer saat ini, mulai dari Windows 95, 98, NT dan yang baru saja diluncurkan yaitu Windows 2000 dan Windows Millenium. Salah satu keunggulan Windows adalah kemudahan dalam penggunaannya. Misalnya kemudahan mulai dari install, konfigurasi sampai dengan adanya feature plug and play untuk hardware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registry merupakan database yang digunakan untuk menyimpan semua setting dan informasi hardware, software dan berbagai preferences untuk Windows 32 bit, termasuk Window 95, 98, NT, Millenium dan 2000. Salah satu contohnya adalah misalnya seseorang mengganti assosiasi file atau menginstall program, maka perubahan setting tersebut akan dituliskan pada registry. Contoh lainnya adalah mendisable Display Properties, menyembunyikan berbagai menu pada Menu Start. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai tempat untuk menyimpan informasi sistem operasi Windows sendiri, registry juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai informasi setting dan konfigurasi pada aplikasi atau program. Misalnya WinZip menggunakan registry untuk menyimpan informasi toolbar, aplikasi untuk membuka file (viewer), user name, serial number, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registry diletakkan pada dua buah hidden file yaitu user.dat dan system.dat yang terletak pada directory Windows untuk Win 95/98/Me dan pada directory Windows/System32/Config untuk Windows NT. Selain menggunakan registry (system.dat dan user.dat), Windows juga menyimpan informasi setting tertentu pada file msdos.sys, system.ini dan win.ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;font face="comic sans ms" size="4" color="white"&gt;&lt;b&gt;Bagian dari Registry&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKEY_CLASSES_ROOT : Berisi semua tipe file beserta assosiasinya yang masing-masing tipe file tersebut akan mempunyai subkey sendiri-sendiri.  &lt;br /&gt;HKEY_CURRENT_USER : Berisi informasi tentang user yang sedang log in pada saat itu. Terdiri dari subkey, antara lain : &lt;br /&gt;AppEvents :  berisi setting untuk sound events.  &lt;br /&gt;Control Panel : berisi setting control panel.  &lt;br /&gt;InstallLocationMRU : berisi path/lokasi master Windows (waktu pertama kali menginstall Windows).  &lt;br /&gt;Network : berisi informasi yang berhubungan dengan Network atau jaringan.  &lt;br /&gt;Software : berisi tentang setting atau konfigurasi software untuk pemakai yang logon pada saat itu.  &lt;br /&gt;RemoteAccess : berisi informasi tentang Dial up Networking.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKEY_LOCAL_MACHINE : Berisi informasi tentang hardware dan setting software yang berlaku untuk semua user. terdiri dari subkey, antara lain : &lt;br /&gt;Enum : berisi informasi tentang hardware, misalnya tentang monitor. &lt;br /&gt;Hardware : berisi informasi tentang port serial. &lt;br /&gt;Network : berisi informasi yang berhubungan dengan network untuk pemakai yang sedang aktif atau logon. &lt;br /&gt;Software : berisi informasi dan setting software.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKEY_USERS : Berisi informasi tentang desktop dan user setting untuk tiap user yang berhak login ke komputer tersebut. Tiap user mempunyai sebuah subkey. Jika hanya terdapat satu user maka nama subkey tersebut adalah ".default"  &lt;br /&gt;HKEY_CURRENT_CONFIG : Berisi informasi tentang konfigurasi hardware, berhubungan dengan HKEY_LOCAL_MACHINE.  &lt;br /&gt;HKEY_DYN_DATA : Berisi informasi tentang plug and play.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="comic sans ms" size="4" color="white"&gt;Memulai bermain dengan Registry&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Cara membuka registry&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Klik menu Start (pada pojok kiri bawah), pilih Run. Ketikkan regedit, OK.  &lt;br /&gt;&lt;u&gt;Memback-up registry&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Pertama pilih registry key yang akan diback-up. Pada menu Registry, pilih Export Registry File. Tentukan letak directory dan nama file-nya, terakhir pilih OK.  &lt;br /&gt;&lt;u&gt;Mengembalikan key registry dari file back-up&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Cara pertama : buka regedit, pilih menu Registry, Import Registry File. Pilih letak directory dan nama filenya. Klik OK.&lt;br /&gt;Cara kedua : Klik kanan pada file yang merupakan back-up registry (ditandai dengan nama file berekstensi reg). Pilih Merge.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7072858-108536883060048960?l=belajar-internet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-internet.blogspot.com/feeds/108536883060048960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7072858&amp;postID=108536883060048960' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108536883060048960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7072858/posts/default/108536883060048960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-internet.blogspot.com/2004/05/bermain-registry-windows.html' title='Bermain Registry Windows'/><author><name>D`Stafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14445542992234421264</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
